an obituary

hari ini saya sedih sekali.
sangat terkejut, awalnya, ketika tadi siang seorang teman
menelepon dari jakarta dan menyampaikan kabar duka.

“bo, barusan gw dapet kabar di whatsapp group..
katanya ada kabar duka.. Pak Tata meninggal, bo..
ini beneran ga sih?”

begitu ujar suara di seberang telepon.
saya hanya bisa tertegun, masih tidak percaya
bahwa teman saya merujuk kepada Pak Tata Soemardi,
salah seorang dosen saya semasa kuliah dulu.

saya masih tidak percaya beliau sudah tidak di sini.
mengutip status socmed salah satu kolega saya,
deep in my heart i want it not to be true.

dibanding beberapa teman / rekan saya yang lain,
mungkin saya ga sedeket itu juga sama Pak Tata kali ya..
tapi entah kenapa, sedih sekali
kehilangan seorang mentor yang sangat baik seperti beliau..

beliau, yang kelas paginya waktu tingkat tiga jarang saya hadiri
sampai-sampai saya diancam ga lulus..

beliau, yang selalu penuh semangat dan penuh dedikasi mengisi kelasnya..

beliau, yang hampir 7 tahun lalu menelepon saya pada suatu pagi,
menawarkan untuk bergabung di tim penelitian preservasi glass silde di jurusan..

rasanya terakhir saya ketemu beliau adalah beberapa bulan yang lalu,
waktu saya bantuin workshop digital repository bareng bandung heritage.
we had a warm dinner with pauline, her colleagues from tu delft,
and our fellows bandung heritage.
malam itu beliau mempromosikan
saya sebagai pelatih angklung kepada
rekan-rekan dari tu delft-nya itu, hahaha..

Pak Tata ini juga rajin banget nyuruh saya sekolah lagi, hehe..
well, ga’ pernah secara langsung sih.. dulu beliau pernah tanya,
saya berencana sekolah lagi atau ngga..
waktu saya bilang saya pengen sekolah lagi,
beliau langsung nanyain soal reference letter untuk daftar sekolahnya..

“kalau kamu butuh reference letter, please do not hesitate to contact me, put..
i will gladly make you one!”

dan somehow, beliau rajiiiiiiiiin banget ngirimin saya newsletter
atau info-info soal pendaftaran beasiswa atau sekolah ke usa,
sampai saya terharu jadinya.. :’)
insyaallah saya akan sekolah lagi, Pak Tata..
bukan di UPenn, sih, walaupun saya cukup tergiur sama program double degree mcp/mla-nya.. tapi insyaallah saya akan sekolah lagi..
terima kasih sudah mengingatkan saya untuk tidak berhenti belajar..

he was indeed a great mentor.

mungkin sebagian besar teman-teman yang lain juga
akan selalu terkenang caranya menyapa semua orang
dengan senyum yang sangat ramah,
pertanyaan yang “Pak Tata banget”,
plus nada bicara yang “Pak Tata banget”.. hehe..

“hallooooo, putriiii… apa kabaaaarr?? how’s life?? it’s a pleasure to meet you here! it is always a pleasure having my students on an “extra-curricular” session like this! so, how are you?? what are you doing recently?”

begitu dulu beliau menyapa saya kalau kami bertemu di luar kampus
atau di luar jam kantor semacam seminar artepolis,
di suatu acara bandung heritage,
atau waktu saya main ke psud di luar jam kantor dulu…

malam itu, waktu kami pulang melayat pak didi di rumah bu frances
kami janji untuk ngopi-ngopi bareng..
sayangnya hanya sebuah janji yang
sampai saat ini akhirnya hanya jadi wacana ya, Pak..😦

he was indeed such a warm-hearted fellow.

saya datang ke rumah duka di bandung tadi sore,
tepat ketika Pak Tata akan diberangkatkan ke jakarta.
saya ngga’ sempat ketemu Pak Tata untuk yang terakhir kali, ya..
sedih sekali rasanya waktu melihat kain penutup berwarna hijau itu,
diusung melintas di depan saya menuju mobil jenazah,
diantarkan oleh sahabat-sahabat Pak Tata..

jumat pagi ini harusnya Pak Tata datang menyidang akhir anak-anak tugas akhir.
but he never came.
he was found lifeless as his fellow colleagues broke into his room.

lalu malam ini tanpa sadar air mata saya kembali menetes
ketika membaca banyak sekali obituari di laman socmed teman-teman…
a eulogy of your life, dear Sir…

bahkan kepergiannya, untuk saya,
sontak menghadirkan kesadaran:
everybody dies alone.

you have touched our lives.
rest assured that you will truly be missed, Pak Tata…
i lament for your absence, dear Sir…
but i shall cherish every great memories of you…

al faatihah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s