para pengurus masjid yang terhormat

para pengurus masjid yang terhormat,
izinkan saya sedikit bercerita dan sedikit berkeluh-kesah. saya tau, saya bukanlah seorang muslimah yang sempurna; bahkan mungkin belum bisa dibilang baik untuk ukuran Anda. dan mungkin cerita saya ini hanya menggambarkan betapa lemahnya saya. tapi sekali lagi, izinkanlah saya berbagi keluh-kesah ini kepada Anda semua.

para pengurus masjid yang terhormat,
saya tau, Tuhan menyuruh kita untuk menyejahterakan masjid. mungkin di antaranya dengan datang ke masjid, shalat berjamaah di masjid, mengaji di masjid, bahkan memperindah masjid. Tuhan tau betapa saya ingin mengikuti jejak Anda menyejahterakan masjid.

para pengurua masjid yang terhormat,
saya yakin, Anda lebih tau daripada saya, bahwa masjid adalah salah satu fasilitas publik yang berdiri di antara banyak kepentingan dalam tatanan kemasyarakatan. ah, pendeknya, masjid Anda ada di dalam suatu lingkungan tertentu, bukan? dan saya yakin, salah satu fungsi masjid harusnya menjadi melting pot-nya para muslim dan muslimah. saya juga yakin, Anda sebagai pengurus masjid, selalu merasa berkewajiban untuk mengingatkan ummat di lingkungan Anda tentang fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. tentunya hal ini juga yang mendorong Anda untuk turut berdakwah, minimal dengan cara mengadakan acara-acara berceramah. untuk selalu mengingatkan ummat di lingkungan Anda tentang Tuhan.

para pengurus masjid yang terhormat,
saya yakin Anda bermaksud luar biasa baik, mengingatkan kami – para ummat yang kerap lalai ini – akan kebesaran Tuhan. akan fungsi, hak, dan kewajiban kita sebagai manusia di dunia yang harus senantiasa memperhatikan amal perbuatan kita demi kebahagiaan di akhirat kelak. tapi, tanpa mengurangi rasa hormat kepada Anda, para pengurus masjid yang saya hormati, saya sering sekali merasa miris. menurut saya yang bodoh dan mungkin lemah imannya ini, cara Anda mengingatkan kami (atau dalam hal ini saya) seringkali bertentangan dengan apa yang Anda dakwahkan.

para pengurus masjid yang terhormat,
tidakkah Anda selalu mengingatkan kami untuk berlaku baik kepada sesama muslimin wal muslimat? tidakkah Anda selalu mengingatkan kami untuk selalu berucap baik kepada sesama ummat? tidakkah Anda selalu mengingatkan kami bahwa Islam itu lembut dan penuh kasih sayang (Tuhan)?

para pengurus masjid yang terhormat,
saya yakin kita sama-sama mengakui bahwa Tuhan itu Maha Tahu dan Maha Mendengar. sehingga menurut saya, tak perlulah kita berteriak pada Tuhan ketika berdoa. tidakkah katanya Tuhan itu lebih dekat daripada urat nadi kita sendiri? tidakkah Tuhan selalu mendengar dan mengetahui doa, ucap, niat, dan rencana kita meski hanya tersirat dalam pikiran? tidakkah ayat-ayat Tuhan terdengar lebih merdu dan syahdu ketika dilantunkan lamat-lamat?

para pengurus masjid yang terhormat,
sesungguhnya saya ini bodoh dalam hal agama, saya yakin Anda sekalian jauh lebih berilmu daripada saya. setau saya, Tuhan menyuruh kita semua menghormati tetangga kita. sungguh, saya menghormati masjid Anda sebagai tetangga saya di lingkungan ini. tapi entah mengapa saya sering sekali merasa Anda tidak ingat bahwa Anda punya (banyak) tetangga ketika ceramah demi ceramah dan pengajian demi pengajian kerap dilantunkan dengan terlalu lantang. rasanya nyaris seperti diteriaki tepat di telinga Anda setiap kali si lawan bicara Anda berujar. Tuhan tidak tuli, Tuan. pun saya.

para pengurus masjid yang terhormat,
sungguh saya mengagumi semangat Anda menyejahterakan masjid. tapi tidakkah lebih baik mengajak orang lain untuk turut menyejahterakan masjid dengan cara yang baik? dengan cara dan tutur kata yang lembut? atau mungkin ini hanya bagian dari kebodohan dan ketidaktahuan saya akan sunnah-sunnah dan dalil-dalil naqli tentang definisi dan cara menyejahterakan masjid. pengetahuan saya memang sangat dangkal tentang ini, Tuan. tetapi, lagi-lagi menurut saya yang dangkal ini, menjadi pengurus masjid tidak menjadikan Anda sebagai orang yang selalu benar dan melupakan adab bertetangga. tidakkah kita harus selalu tau kapan harus bicara, dan kapan harus mendengar?

para pengurus masjid yang terhormat,
saya memohon maaf yang sebesar-besarnya sekiranya keluh-kesah saya ini tidak berkenan. sesungguhnya ini merupakan bagian dari iman saya yang lemah. mungkin seharusnya saya bisa lebih sabar dan ikhlas. tapi saya merasa juga punya kewajiban untuk saling mengingatkan. jika cara saya dianggap juga kurang baik, semoga hal ini dapat dimaklumi. karena hanya ini cara yang saya tau. kiranya Tuan mengetahui cara yang lebih baik, mohon saya diberi petunjuk. Tuhan tau saya tidak berniat buruk dengan keluh-kesah ini. semoga kelak kita bisa sepakat akan sesuatu, tidak sekadar sepakat untuk tidak bersepakat seperti saat ini.

para pengurus masjid yang terhormat,
terima kasih atas kesempatan ini. mohon maaf saya sudah lancang berpanjang lebar begini. semoga kita selalu berada dalam rahmat dan lindungan Allah SWT. amin ya rabbal ‘alamin.

hormat saya,

penghuni rumah di sebelah masjid Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s