see the city through the children eyes

siapa bilang city visioning hanya bisa dilakukan orang-orang dewasa yang punya keahlian tertentu saja?!
beberapa minggu sore yang lalu saya main ke Selasar Sunaryo Art Space bareng Asyu.. awalnya sih cuma penasaran sama undangan pembukaan pameran di SSAS ini yg dikirim sama temen saya hari sabtu sore.. terus kita iseng-iseng berhadiah aja dateng.. kita kan suka ga ada kerjaan gitu kan kalo’ wiken.. *pencitraan, padahal iri aja sama yg lagi pada seru2an di Jakarta Vertical Kampung*

nah, di SSAS ini lagi ada acara “Riung Gunung: Mari Reka Kota”, salah satu programnya Selasar Kids yang kali ini diisi oleh keseruannya temen-temen kecil dari Komunitas Sahabat Kota (KSK) yang didukung temen-temen besar KSK dan BCCF.. kurator pamerannya Chabib Duta Hapsoro.. kata leafletnya, Riung Gunung ini adalah pameran proyeksi Bandung 2035 kota impian anak-anak.. pamerannya lumayan lama, sodara-sodara.. dari tgl 7 – 21 Juli 2013 di Bale Tonggoh SSAS..

image

jadi acara pembukaan pamerannya adalah presentasi dari 4 kelompok anak-anak kecil ini tentang permasalahan di Kota Bandung menurut mereka.. presentasinya seru, sodara-sodaraaa… karena bentuknya adalah, mmm, apa ya? kalo’ kata leaflet-nya sih istilahnya “dramatic reading”… jadi mereka semacam berpantomim dalam kelompok untuk menggambarkan hal yang mereka anggap sebagai permasalahan…
contohnya, waktu mereka ngomongin bahwa tadinya di Bandung banyak pohon, ada beberapa anak kicil ini yg pura-pura jadi pohon.. terus nanti ada temennya yg ceritanya jadi gergaji mesin, motong semua pohon yg ada di taman sampai tamannya jadi gundul & ga berpohon lagi… aga-aga kaya’ nonton lomba pantomim ala Jepang yang ada di tipi itu lho.. apa sih, namanya? Masquerade yah?? ya gitu deh… lucu.. seru… sayangnya saya ga motret adegan2 lucu ini karena terlalu amazed, hehehee…

jadi, isu yang menurut anak-anak ini menarik di antaranya adalah pasar yang bau, banyak copet di pasar, orang yg suka buang sampah ke selokan dan sungai di belakang rumahnya, kemacetan & polusi yg disebabkan terlalu banyak mobil, kecelakaan lalu lintas, RTH yang berubah jadi lahan terbangun, tanaman yg terbakar karena ada orang buang puntung rokok seenaknya, dan kaya’nya masih ada beberapa isu lagi yang saya ga inget…

katanya ini semacam program liburan seminggu gitu.. mereka diajak “menjelajah” Kota Bandung dulu, observasi dan menggali isu.. terus mereka ada workshop desainnya gitu untuk menanggapi si hasil observasinya… hasil desain workshop ini lah yang dipamerkan..

di antara isi pamerannya ada semacam logbook hasil observasi mereka di lapangan, dan miniatur kota impian mereka…
logbook yang mereka buat ini sangat sensory.. jadi mereka merekam pengalaman yang diindera selama di lapangan: yang dilihat, yang dibau, yang dirasa, yang didengar, ke dalam buku itu.. di dalam logbook ini sudah ada pertanyaan-pertanyaan dari fasilitatornya, misalnya tentang siapa yang tinggal di sana? apa pekerjaannya? dsb.. tentu saja, isinya jauh lebih menarik daripada pertanyaannya karena anak-anak inik merekam nyaris semua hal apa adanya…๐Ÿ˜‰ contohnya, bahwa ketika mereka mengunjungi salah satu pos polisi, polisinya lagi dangdutan.. atau bahwa di salah satu obyek observasi lapangan mereka ada Bu Popon yang nge-warung di sana.. atau bahwa pasarnya bau banget… ah, menarik deh, pokoknya…๐Ÿ˜€

yang seru juga adalah miniatur kotanya…
miniatur kotanya ada 5, masing-masing mewakili 1 WP-nya Bandung (WP = Wilayah Perencanaan yang ada di RTRW Kota Bandung).. 1 kelompok ngerjain 1 WP… tapi tentu saja WP yang paling seru adalah WP yang berjudul “Build Your Own City”… di miniatur ini, pengunjung boleh menggambar dan membuat bangunan sendiri… jadi kaya’ participatory design banget gitu deeeechh..๐Ÿ˜€ kelima WP ini diletakkan di tengah ruangan pameran, di pinggir-pinggirnya ada panel-panel yang digambari gunung-gunung dan bukit yang mengelilingi Kota Bandung…

okey, metoda design charrette semacam ini sudah lama kita kenal lah yaaa… istilah participatory design dan community empowerment juga bukan istilah baru… yang baru adalah kacamata peserta design charrette-nya… dan menurut saya, itu yang menarik…๐Ÿ™‚

saya setuju yang disampaikan oleh Mbak Tita Larasati tadi sore, yang hadir mewakili BCCF… ketika kita ngomongin merancang kota dan segala macem itu, kita sering lupa bahwa kita tidak hanya merancang kota untuk orang dewasa.. kita sering lupa bahwa yang menikmati kota bukan hanya orang-orang gede seumuran kita… kita sering lupa bahwa kota juga dinikmati oleh anak kecil, yang nantinya akan jadi gede… yang nantinya akan jadi orang-orang yang melanjutkanย  hidupnya di kota…

menurut saya, pemahaman tentang kota yang baik, livable, dan berbudaya itulah yang perlu kita tularkan (juga) ke anak-anak kecil ini… mungkin, akan lebih muda menularkan ide itu kepada anak-anak tak berdosa itu daripada kepada orang-orang gede yang udah keburu ga peduli, indifferent, antipati, dan bebal… anak kecil itu beneran kertas polos, lho… tinggal diajarin, dan mereka bisa jadi apa aja…

tidakkah lebih baik kita membagi pemahaman dan ide yang baik kepada mereka?
ain’t it good to share good understanding of city life to them?๐Ÿ™‚

silakan, ini beberapa foto-fotonya…
IMG_20130707_172841 IMG_20130707_170813 IMG_20130707_171419 IMG_20130707_171451 IMG_20130707_171535 IMG_20130707_171608 IMG_20130707_171629 IMG_20130707_171705 IMG_20130707_172014 IMG_20130707_172019 IMG_20130707_172132 IMG_20130707_172538 IMG_20130707_172814

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s