lini masa sejarah indonesia

Saya suka hari ini.
(ini ditulis hari jumat yg lalu, sehingga bisa dibaca sbb.: saya suka hari jumat ini, tgl 10 agustus 2012; sehingga temanya masih sama).
Yang walau tidak dimulai dengan baik-baik saja, ternyata bisa berakhir dengan sangat produktif.

Jadi, hari jumat ini ke-cranky-an saya mengakibatkan saya mau berjalan kaki dari Jalaprang sampe’ PPI… lumayan tuh, ada meureun 600an meter mah… lumayan, taaah, sabaraha kalori etaaa…😀
Lalu, keputusan untuk men-skip semua undangan buka puasa bareng dan segera pulang juga ternyata tidak membuat saya menyesal.

Iya sih, saya jadi harus melewati kemacetan yang amit-amit jabang beybeh itu.. tapi yaudahlahyaaa, tarimakeun weeeh, eta mah…

 

Saya suka hari ini karena mendadak hari ini saya jadi produktif.
Laporan untuk hari senin udah 70% beres lah itu kaya’nya. Terus jalan kaki membakar kalori segitu jauhnya. Terus, malam ini saya udah bikin 3 draft caprukan tulisan buat di blog. Terus tadi sempet beli makan malam di luar. Lalu ngobrol-ngobrol sama ibu dan adik saya sampe’ tengah malem.

Yang seru sih obrolan bareng ade saya yang gondring… tadinya kita cuma ngebahas Iggy and The Cockroach dan nonton balapan BMX di olimpiade, terus merembet jadi ngomongin Dyah Pitaloka, kerajaan Pajajaran, Galuh, Mataram, Majapahit, Nusantara, Daendles, VOC yang korup, sejarah kereta api di Nusantara, ide Bung Karno untuk menyatukan Asia Tenggara, dan masih banyak lagi.

Random, memang.

Tapi cukup bikin saya jadi pengen buka-buka buku sejarah lagi dan bikin time-line sejarah Nusantara dari jaman pertama kali ada tulisan tentang kepulauan di selatan Selat Malaka, yang katanya banyaknya dari catatan penjelajah Cina & Portugis, sampe’ sekitar jaman-jaman kemerdekaan Indonesia – Malaysia – Singapura…

Adakah yang berminat gabung juga?
Yuk, kita jadiin yuk, bikin lini masa sejarah Indonesia…
Dari jaman purba, jaman kerajaan kuno, jaman penjajahan, sampai merdekanya…

9 thoughts on “lini masa sejarah indonesia

    1. huhuuuy… yuk yuk yuk…😀
      kalo kata saya mah yg akan seru justru di masa-masa sebelum VOC sampe’ akhir kerajaan2 besar di Nusantara…
      ini mah baru wacana saja, ji… tapi kebayangnya sih emang ngerjainnya dikeureuyeuh gitu, dikit-dikit…😀

  1. Ilustrasi tentang Fase pergerakan dan fase kerajaan akan menggambarkan perbedaan existensi (kedaulatan) bangsa Nusantara, ketika belum diganggu VOC di Batavia/Kep.Maluku para pemerintah tradisional (raja+bangsawan) masih mengendalikan kekuatan militer dan menetapkan wilayah pemerintahannya. Pada fase pergerakan……..semua itu tinggal kenangan (aku ingin meneteskan airmata atas perampasan kedaulatan ini), sehingga dunia internasional ( Eropa+Amerika khususnya ) melihat kaum keturunan pemerintah tradisional sebagai “bangsawan yg tidak berkuasa lagi yg masih dipelihara oleh penguasa asing untuk menghindari kerusuhan/rasa tidak puas dari penduduk pribumi”. Yang terjadi selanjutnya adalah ‘kaum kejepit’ ini menjalani kehidupan “mati tak boleh,hiduppun dipasung”. Bila duduk di bangku sekolah, anak-anak dari ‘kaum kejepit’ ini tidak boleh duduk di bangku barisan depan/tengah. Wajib duduk di bangku barisan belakang, sekalipun dia putra sultan. Anak Belanda bebas memilioh tempat duduk yg disukai. Nilai ujian anak ‘kaum kejepit’ paling tinggi harus satu point di bawah nilai anak Belanda. Siapa bilang jadi orang ningrat itu senang! Itu hanya penampilan fisik di muka bumi,di dalam catatan sejarah ‘kaum kejepit’ harus menjadi tumbal keserakahan penjelajah asing. Tindasan paling ringan adalah menggerakkan lidah/bibir ketika bahasa penjajah harus diucapkan di hadapan lawan bicara saat tugas-tugas duniawi harus dijalankan (“ya tuhan, seandainya kami dilahirkan sebagai anak rakyat jelata,beban kami tidak berat begini’). Tindasan paling berat adalah menyepakati tekad bersama sesama penghuni istana untuk hijrah ke alam orang mati bila revolusi menghendaki lenyapnya pemerintahan tradisional.
    Demikian pemahamanku sebagaimana persepsiku atas kisah yang diceritakan kakek dan nenekku sebelum mereka wafat.

      1. untung saya keburu beli yah.. he5.
        masih ada sigana di gramed mah .. cobaan we ka togamas.
        tapi ga kuat bacanya euy,, masih diawal-awal.
        sekarang mau nyicil kuasa ramalan juga.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s