informasi

apakah kemudahan mencari / memperoleh / berbagi informasi telah membuat informasi kehilangan harga dirinya?

ah, bahasa saya aneh ya?! hehe.. biarin deh… begini ceritanya….

saya bukan orang yang bener2 haus berita (berita beneran, cerita orang, atau gosip). sehingga, saya males banget baca koran. karena menurut saya di koran itu terlalu banyak informasi yang harus saya cerna; sedangkan berita tersebut ga ada ilustrasinya. kan bosen ya, baca berita yg ga ada gambarnya. (ya gimana, atuh?!) walhasil, saya jadi agak ga up-to-date sama berita-berita yang lagi marak dibahas.

bayangkanlah saya, sekitar 5 tahun yang lalu, ketika internet belum segini happening-nya di masyarakat, belum ada twitter, dan informasi umumnya diperoleh dari koran, majalah, atau berita di tipi. yak, tepat sekali. saya ga melek berita. (hmm, sampe’ sekarang sih, sebenernya, hahaha)

tapi yah, tapi yah, tapi yah…
meskipun dari dulu berita itu hampir selalu simpang siur, bisa dimanipulasi untuk kepentingan tertentu, dan isinya bisa tergantung siapa yang punya kuasa, tapi kok kaya’nya saya ngerasa sekarang-sekarang ini berita dan informasi tuh makin simpang siur yah?

mungkin karena sekarang semua orang punya akses ke informasi, ya..
baik sebagai penerima informasi (pembaca / pendengar / pemirsa); penyampai informasi; bahkan yang punya informasi..
dengan adanya twitter, plurk, dan lain-lain, orang-orang cuma tinggal bikin akun untuk menerima dan berbagi informasi di sana. hasilnya? kita bisa mendapatkan banyak sekali informasi tanpa disaring.
yang parahnya lagi, bahkan ada beberapa portal berita yang isi beritanya juga cuma sepanjang sms, dan kadang beritanya sepotong-sepotong.

seolah-olah sekarang semua orang berlomba-lomba untuk menjadi yang duluan membagi informasi. padahal, menurut saya, orang akan lebih menghargai informasi yang akurat, daripada yang cepat. ya yang paling bagus sih memang klo’ kita bisa menyampaikan informasi dengan cepat dan akurat.

tapi, ga kasian ya, sama si Informasi?
kalo’ dia keseringan diperlakukan sebagai pihak yang dieksploitasi, mungkin lama-lama orang akan bener-bener ga percaya sama apa yang dia baca / dia dengar / dia lihat. saya sih takut.

saya masih percaya bahwa ada dogma “opini publik adalah fakta”.
lalu, kira-kira, ketika informasi yang beredar di masyarakat adalah informasi yang tidak benar / tidak dapat dipercaya /  tidak jelas sumbernya, fakta seperti apa yang ingin ditanamkan di persepsi masyarakat?
ketika informasi yang beredar selalu dengan cepat berubah, opini publik juga mungkin akan berubah dengan cepat. tidak sehat.

lagipula, orang cenderung hanya melihat / mendengar hal yang dia inginkan.
mengapa informasi yang berlimpah ini tidak dibuat agar mencerdaskan masyarakat saja, ya?

opini publik adalah fakta.
apakah kita terjebak dalam opini publik tersebut; sehingga mengaburkan penilaian kita terhadap fakta yang benar secara hakiki?

(jeng jeng jeng jeeeeeeng…!!)
(zoom in – zoom out – zoom in – zoom out…)
 (petir menggelegar)

6 thoughts on “informasi

  1. “orang cenderung hanya melihat / mendengar hal yang dia inginkan” <– intinya ada pada kalimat ini sepertinya..
    seberapa besar kecenderungan orang untuk melihat/mendengar hal-hal yang dia inginkan saja.. tanpa harus mengetahui hal-hal di luar itu.. hmmh..

    1. iya, karena ga semua orang punya tenaga (atau kemauan?) untuk menggali informasi lebih dalam..
      sekarang, misalnya, soal tomcat dulu.. itu kan heboh, kan.. tapi informasinya jg simpang siur…
      kasian orang-orang yang ga punya akses ke informasi yang bener, ga sih? heuheu…

      1. informasi yang ada hanya diterima judulnya saja.. lalu digembar-gemborkan.. (kebanyakaaan).. lalu tak melihat kembali, tak meneliti kembali, tak menelusurinya kembali, bagaimana kebeneran informasi tersebut, bagaimana keabsahannya..
        informasi yang simpang siur menjadi pedang bermata dua,, namun apabila kita bisa mencernanya dengan baik, semoga dapat diambil informasi yang sebenarnya.. yaah begitulah.. kasian orang2 yg hanya tau sebagian.. tidak menyeluruh..
        *ngacapruk isuk2.. -hayu ngopi deui, geus lila yeuh-

      2. hehehe.. nya, kitu..😀
        mari kita kongkritkan lah caprukannya.. iraha, nya? wacana deui wae ieu mah, euy.. hihi…

  2. cyin tau gak, saya pernah punya niat buroq untuk menyebarkan hoax melalui milis ato twitter ato fesbuk apalah itu. ga usah yang gampang dikonfirm pun, misalnya info2 trivia misalnya kalo makan indomie campur pepsi bisa bikin hamil. gitu2 lah hihi. dan ingin melihat sejauh apa si informasi itu bisa menyebar dan dipercaya orang.
    Ah tapi namanya niat buroq teu diwidian ku gusti Alloh, jadi weh henteu. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s