gear

 if i have to describe myself in one word, i would choose “gear” to represent me.

gear (noun)
toothed part that transmits motion: a toothed mechanical part, e.g. a wheel or cylinder, that engages with a similar toothed part to transmit motion from one rotating body to another.

see if you can somehow fit in.

saya sering menilai diri saya sendiri sebagai orang yang kaku, yang sangat sulit berbaur, dan sangat sulit fit in, apalagi dengan orang-orang baru, di tempat baru. seolah-olah ketika saya datang, saya harus membuat sedikit konflik dulu untuk bisa diterima dengan baik. seolah-olah saya harus mencari pasangan roda gigi yang tepat supaya saya bisa tetap “beroperasi” dengan baik tanpa merusak diri saya sendiri…

makanya, waktu dulu pernah ada ‘games’ sms berantai ini, “kirimkan ini ke 10 teman kamu secara random dan lihat betapa mengejutkannya jawabannya: coba deskripsikan saya dalam 1 kata!”, ternyata 1 jawaban dari seorang teman saya memang cukup mengejutkan. ketika dia mendeskripsikan saya dengan kata “asyik”.

wow. that would be the least word i expected to describe me.

tapi terus saya jadi mikir juga.
ah, jangan2 selama ini saya hanya melabeli diri saya sendiri sampai2 jadi minder sendiri. ah, jangan2 selama ini saya sebetulnya terlalu sibuk peduli dgn cara orang menilai saya, sehingga saya lupa menjadi diri saya sendiri.

dulu saya selalu iri sama temen2 saya yang g40L abess itu.. yang temen2nya banyak itu.. yang seolah2 ga perlu ng-effort sedikit pun untuk bikin orang lain suka sama dia.. well, saya masih (sedikit) iri sih, sekarang… ah, tapi sepertinya sekarang udah ga jaman yah krisis pede dan krisis eksistensi semacam itu… i should’ve through it 10 years ago… walaupun sebetulnya, sampai kurang lebih 3 tahun yang lalu ketika saya lulus sebagai seorang sarjana pun saya masih belum bisa mendeskripsikan siapa saya dan apa yang saya mau (although it doesn’t get any easier either todays)…

tapi setidaknya, beberapa tahun belakangan ini saya mulai mencoba menikmati “hidup saya”. saya belajar menikmati menjalani hidup saya sebagai “saya”, bukan sebagai “saya yang diinginkan orang lain”.
ternyata, menjadi “saya” cukup menyenangkan juga.
dan ternyata saya (cukup) baik-baik saja.

semoga saya tidak sedang dalam keadaan menyangkal sesuatu ya, ketika menulis ini..😀 hehe..

tapi rasanya beberapa waktu ini saya baru belajar menghargai apa yang saya punya: hidup yang cuma sekali, masa muda yang sebentar lagi juga akan berpamitan, teman-teman baik yang peduli sama saya, cara berkomunikasi saya dan ibu yang “lucu”.
sepertinya, semoga ini benar adanya, saya sedang berdamai dengan diri saya sendiri.
sepertinya, saya sedang berkenalan dengan diri saya sendiri dan berusaha menerimanya apa adanya…
dan untuk alasan yang tidak bisa saya deskripsikan, saya merasa sangat beruntung menjadi sebuah “roda gigi”.

i don’t always have to fit in.
i can’t always be fit in.
and i’m thankful enough of being a gear.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s