naik angkot (2)

baiklah, teman-teman, mari kita lanjutkan ceritanya…

sekarang saya mau cerita tentang sukanya naik angkot, karena dukanya udah dibahas di postingan sebelumnya…

berikut ini adalah beberapa alasan / pertimbangan kenapa saya lebih memilih naik angkot:

  1. saya tidak punya pilihan karena satu-satunya kendaraan yang bisa saya kemudikan adalah SEPEDA.. dan saya tidak merasa aman naik sepeda di jalanan yang kaya’ begini chaotic-nya, jadi saya naik angkot, hehe
  2. saya bisa ketemu siapa pun, temen yg saya kenal maksudnya, secara random serandom-randomnya di angkot… jadi saya cukup menikmati efek kejutan yang saya dapat ketika naik angkot..
  3. selain itu, saya juga hobi observasi.. dengan naik angkot, saya jadi bisa memperhatikan sekeliling saya, termasuk orang-orang yang seangkot sama saya.. ada yang suka duduk nempel deket pintu biar gampang keluarnya, ada yang suka bersolek di angkot, dan macem2.. pengalaman memperhatikan orang ini suka bikin pengen ketawa sendiri.. oleh sebab itu, saya menyarankan ketika Anda mau mengobservasi rekan-rekan seperangkotan, bawalah buku / majalah sebagai kamuflase :p hahaha..
  4. saya tidak perlu mikir mau parkir di mana, tinggal mereka-reka jalur dan memilih mau naik angkot apa ke mana…
  5. kadang bisa merasakan adrenalin rush tanpa harus disetirin ebe keJakarta via cipularang.. *peace, be..*
  6. ketika hari-hari menjelang deadline dan tidur menjadi sebuah dosa dan kemewahan tersendiri, saya selalu bersyukur karena saya ga harus nyetir dari rumah ke kampus / kantor, dan sebaliknya.. I can have a small portion of my beauty sleep di angkot, dengan resiko bablas dan tempat tujuannya kelewat karena ketiduran :p hehehe..

yah, walaupun untuk seseorang yang dulunya mahasiswa arsitektur seperti saya ini ngangkot bisa sangat merepotkan karena kami cenderung membawa banyak benda dalam waktu bersamaan, misalnya ketika berangkat ke kampus dan pulang ke rumah.. terutama ketika:

  1. bawa bahan maket yang berupa: beberapa lembar karton kuning 3 mm, stereofoam, gulungan kertas padalarang, gulungan kertas roti, dan logbook A3…
  2. bawa maket studi nirmanna yang dari sedotan itu, udah dibikin rapi-rapi, dibawa dengan hati-hati, eh taunya di angkot kesenggol orang sampai hampir hancur, dan Anda hanya menerima sepatah kalimat: “eh, sori, kesenggol.. ga sengaja…” <<< ini cukup bikin gila, sodara-sodara sebangsa dan setanah air..
  3. bawa pulang buku perpus yang isinya preseden, sambil masih menenteng logbook A3, gulungan kertas roti, dan tas selempang / ransel yang tidak kecil…
  4. MENJELANG PENGUMPULAN!!! Karena ketika Anda naik angkot, jam pengumpulan yang tadinya ditulis jam 16.00 di Lantai 2, akan Anda tulis ulang sebagai: jam 14.00: MANDI; jam 15.00 BERANGKAT DARI RUMAH; jam 16.00 PENGUMPULAN.. padahal 1 jam itu sangat berharga.. bisa beres 1 potongan tuh.. T_T
  5. Anda harus survey ke site / mengunjungi preseden Anda, yang letaknya cukup nyingced alias jauh… bayangkan, ketika Anda harus ke Cileunyi naik angkot, panas-panas.. males, cyin.. mending cari kasus yang lain aja dah buat seminar…
  6. Anda tidak membawa alat tulis (buku sketsa / kertas / pensil) ketika tiba2 Anda mendapatkan ide untuk desain Anda. Ini nyebelin, sumpah.. saya memang ga bisa sketsa.. tapi setidaknya, kalo saya mau, saya bisa coret-coret… hehe…
  7. hujan, dan Anda membawa seperangkat alat gambar, gulungan kertas, dan bahan maket… dibayar tunai… T____T pake’ payungnya pasti rempong jaya, pemirsaaaa……

Tapi menurut saya, naik angkot tetap saja seru.. selain karena fakta bahwa saya ga punya SIM A maupun C😀 heu..

Nächste:

Saya mau mencoba nge-list dan mengelompokkan orang-orang yang sering / pernah saya temui di angkot, setelah itu saya mau berbagi ide-ide tentang angkot dan sarana transportasi diBandung..

3 thoughts on “naik angkot (2)

  1. 1. saya tidak punya pilihan karena satu-satunya kendaraan yang bisa saya kemudikan adalah SEPEDA.. dan saya tidak merasa aman naik sepeda di jalanan yang kaya’ begini chaotic-nya, jadi saya naik angkot, hehe
    2. saya bisa ketemu siapa pun, temen yg saya kenal maksudnya, secara random serandom-randomnya di angkot… jadi saya cukup menikmati efek kejutan yang saya dapat ketika naik angkot..
    3. selain itu, saya juga hobi observasi.. dengan naik angkot, saya jadi bisa memperhatikan sekeliling saya, termasuk orang-orang yang seangkot sama saya.. ada yang suka duduk nempel deket pintu biar gampang keluarnya, ada yang suka bersolek di angkot, dan macem2.. pengalaman memperhatikan orang ini suka bikin pengen ketawa sendiri.. oleh sebab itu, saya menyarankan ketika Anda mau mengobservasi rekan-rekan seperangkotan, bawalah buku / majalah sebagai kamuflase :p hahaha..
    4. saya tidak perlu mikir mau parkir di mana, tinggal mereka-reka jalur dan memilih mau naik angkot apa ke mana…
    5. kadang bisa merasakan adrenalin rush tanpa harus disetirin ebe keJakarta via cipularang.. *peace, be..*
    6. ketika hari-hari menjelang deadline dan tidur menjadi sebuah dosa dan kemewahan tersendiri, saya selalu bersyukur karena saya ga harus nyetir dari rumah ke kampus / kantor, dan sebaliknya.. I can have a small portion of my beauty sleep di angkot, dengan resiko bablas dan tempat tujuannya kelewat karena ketiduran :p hehehe..

    *persisssss apa yg kurasakan.hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s