manja

menurut saya, wanita adalah makhluk yang sewajarnya manja.

 

Tapi menurut saya, cewe’ manja itu ganggu… lebih ganggu daripada anak kecil yang nangis-nangis gogoakan minta dibeliin mainan ke ibunya…

 

Mungkin, karena saya merasa cewe’ yang terlihat terlalu tidak berdaya untuk mendapatkan apa yang dia mau itu ga keren😀 hehe..  mmm, mari kita sebut saya cewe’ manja yang saya maksud sebagai wanita tipe Princess, orang yang merasa dirinya paling penting sedunia sehingga semua orang harus melakukan kemauannya, dengan atau tanpa manipulasi yang seringnya berupa:

 

  1. Rajukan, dengan akhiran kalimat yang biasanya diucapkan lebih panjang dan lebih tidak berdaya

“yaaah, kamu ga bisa yaaaa?? L padahal kan aku pengennya kamu dateeeeeeeng……” *biasanya sambil nglendot-nglendot gitu atau memainkan ujung rambutnya atau memainkan jari tangannya – kalo’ jari kaki agak susah dan kurang kece soalnya…*

(kebayang ga, maksud gw??)

 

  1. Amukan dan ancaman, ketika tidak digubris, tidak diajak kongkow, atau apa pun lah..

“oh, jadi gitu?! Kalo kalian jalan, aku ga diajak?!!”

“yaudah, nanti malem telepon aku..!! AWAS loh, kalo ga nelepon!!”

(euum, bayangin aja tipikal remaja jahat yg suka ada di sinetron.. mirip gitu lah…)

 

  1. Drama queen, seolah-olah dia orang yang paling menderita di muka bumi..

“iyaaa, gw tuh dari tadi nyariin buku catetan gw, ga ketemuuu…. Ah, udah deh ini mah gw ga lulus aja kuliah ini… trus tadi gw ga dapet parkir, jadi parkirnya jauh banget dan gw HARUS JALAN KAKI…” (sambil hampir nangis)

(euumm… ya udah lah, ya?! terus kalo lo harus jalan kaki, gw harus sedih?)

 

  1. Menghardik, seperti orang lain tidak berarti.. kemudian dia harus memakan harga dirinya bulat-bulat… :D  [ini cerita nyata, terjadi di salah satu ruang tunggu travel di Jakarta, terjadi pada teman saya yang seorang pria, ketika dia lagi antre waiting list travel pulang ke Bandung]

“misi, dong..! pahanya ga usah dibuka-buka gitu dong… duduknya biasa aja… aku mo duduk nih!!” (kata seorang mbak-mbak yang membubuhkan tiga buah tanda bintang setelah namanya pada “absen” waiting list travel)

“basah, cyiiiin…. mo duduk?? Giiih….” (ujar teman saya, yang duduk di sofa yang space duduk sebelahnya ga bisa didudukin karena kena bocoran AC.. jadi ceritanya teman saya ini berbaik hati, niatnya, dengan menduduki 2 space supaya orang ga kena tetesan AC bocor itu)

Dan duduklah si mbak-mbak tersebut, swallowed her pride, kena tetesan AC bocor…

 

  1. Ga mau usaha.. mungkin ini tipikal yang cukup umum juga…

“aku pengen main…”

“Yaudah, ajakin aja yang lain aja…”

[3 jam kemudian]

“jadi kita main kemana? Siapa aja yang ikut??”

“ga tau.. dari sejak tadi aku ngomong sama kamu, aku belum kontak siapa-siapa…”

(ceeeuuuuu… bitte, deeeeh, bitte!!! usaha dikit napa sih, cyiiiin?!!! Kan situ yg pengen main..)

 

Well, sebetulnya kalo hanya dilakukan sekali-sekali aja (atau seperti saya dan beberapa teman-teman saya yang biasanya menjuduli dulu aksi ogo kami dengan “aku lagi manja mode on nih”), menurut saya sih ga seganggu itu.. yang repot, kalo attitude Princess ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan… *tepok jidat*

 

 

Tapi yah (lagi-lagi ini menurut saya, walaupun mungkin sedikit kontradiktif), wanita itu butuh manja sebagai kata kerja. Bukan hanya karena wanita dikenal sebagai makhluk paling manipulatif setelah iblis, sehingga kami – para wanita – dapat membuat Anda melakukan hampir semua hal yang kami inginkan tanpa Anda sadari (salah satunya dengan bersikap manja itu), tapi juga karena para pria – dengan egonya yang tidak kalah besar dengan para wanita (mari kita bahas masalah ego ini lain kali, hehe) – sangat senang merasa dibutuhkan…

 

Saya yakin, para pria juga sebetulnya ga seneng-seneng amat sama cw2 manja yg tampak sangat tidak berdaya dan ga bisa ngapa2in sendiri, kemana2 harus diantar-jemput selalu, dsb… tapi saya berani taruhan, pria juga tidak tertarik pada wanita yang tidak membutuhkan dia.

 

Nah, di sini lah masalah saya (dan beberapa orang teman saya yang kebetulan sama2 wanita) muncul… kami terlalu terbiasa melakukan segala macam hal sendiri, bukan untuk membuktikan kepada dunia tentang eman si sapi, bahwa para wanita juga bisa melakukan apa yang dilakukan para pria, tapi karena itulah yang kami lakukan untuk “bertahan hidup” selama ini…

 

Apakah kami manja? ya, saya manja. dan teman-teman saya pun demikian, menurut saya…

Apakah kami ingin diperhatikan? saya iya. entah teman-teman saya yang lain.😀

Apakah kami “mengeksploitasi” kelebihan yang kami miliki untuk bermanja-manja? saya memilih tidak.

 

Menurut saya, bersikap manja untuk mendapatkan hal yang saya inginkan adalah last resort, yang saya anggap cukup nista karena saya harus “merendahkan diri” di hadapan orang lain dengan tampak tidak berdaya… (ini salah satu bukti bahwa ego wanita JUGA sangat besar, sodara-sodara.. :D)

Mungkin ini juga salah satu alasan, kenapa para pria cenderung merasa terintimidasi oleh saya, hehe.. maaf yaaah, ini mah udah bawaan orok… sulit sekali diubah walaupun saya pengen… hehe😀

 

Padahal, berdasarkan eksperimen dengan hasil mengejutkan yang pernah saya lakukan di kantor saya (yang 90% isinya pria, dan saya adalah 10% sisanya.. yang ketika itu belum terlalu mengenal saya yang sebetulnya pikasebeleun ini..), saya ternyata bisa juga bermanja-manja.. terutama ketika saya terpaksa lembur, dan computer saya ngadat.. nge-hang dengan cantiknya di tengah deadline sayembara, atau tiba-tiba CD writer-nya ga mau nge-write ke CD pada pukul 3 pagi, ketika jam 12 siangnya pengumpulan…😀 hehe.. Saya yakin, kalo teman2 dekat saya waktu itu denger saya bermanja-manja begitu, mereka semua muntah darah dan saya dilemparin sandal sama mereka..😀 hehehe…

 

Tapi kan ga mungkin juga saya pengumuman dulu kalo saya lagi pengen manja… seperti akan tampak aneh ga sih?! *ngga, ya?! perasaan saya aja ya ini mah? baiklah….*

 

Tapi, karena mayoritas teman2 saya yang berjenis kelamin pria tampaknya sudah mulai tidak menganggap saya wanita, sepertinya saya harus mulai latihan bermanja-manja sedikit ya?! *thinking*

 

2 thoughts on “manja

  1. couldn’t agree more, esp point no.3!!!
    levay to the max,,,misal: belum sarapan terus ada ujian di kampusnya lalu curhat seolah2 doi mau metong!!!!gandenglah, udah kuliah gitu, derita lo kenapa pake ga sarapan sebelum ngampus. atowwwww, seorang yang mana nyamperin atasan dan berkata dengan lemah lembut dan sok imut ‘tadi ininya udah saya cari dan udah saya kerjain’, padahal ‘saya’=temen kantornya (baca :aing!!)

    drama queen&so imut girls are obviously intolerable!!!!
    *ini kenapa jadi si gue yang curhat?:p, maap ya ndoro, aku pun tak tahan, hakakakkak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s