overwhelmed

akhir pekan yang lalu saya jajan sushi sama 2 teman saya.. yang satu sudah saya kenal dari jaman dahulu kala, yang satu lagi baru2 ini, lah.. sambil dan setelah kami makan sushi, kami saling bertukar cerita.. well, lalu saya bercerita tentang Sang Pangeran Putih Berkuda Tampan…

cerita tentang betapa saya pengen ngomong sama si kecengan, bahwa saya suka sama dia.. sehingga – quoting a close friend of mine – ketika si kecengan tidak tertarik, saya punya alasan yang sangat jelas untuk move on… dan seterusnya, dan seterusnya….

Yang saya ngga ngerti adalah…

Sepanjang  cerita itu sepertinya yang sakit perut, having butterflies on the stomach, dan keringet dingin adalah dua temen saya ini.. padahal saya beneran lho, ga cerita apa pun yang serem-serem…

 

Kenapa sepanjang saya cerita itu yang sakit perut, stress dan tegang justru kedua teman saya itu ya?!

Sampai akhirnya pembicaraan itu disudahi dan kami shalat ashar, mereka berdua masih terdiam dan tampak agak shock… overwhelmed, katanya…

Trus saya jadi bertanya-tanya… emang iya ya, kalo saya cerita, bisa se-ekspresif itu?? Emang iya ya, saya punya kemampuan untuk mempengaruhi orang dengan cerita saya?? Wow.. serem juga yah…?! Padahal saya selalu merasa sebagai orang yang tidak bisa menceritakan sesuatu dengan runut dan menarik… hahaha… this is freak, man! Serem….

 

Atau mungkin, karena saya baru saja bercerita tentang hal yang lazim dirasakan para wanita tapi jarang ada yang mau mengungkapkannya? (apa pun alasannya.. hubungan kerja, hubungan pertemanan yang rumit, takut ditolak, takut malu, gengsi, apa pun lah..)

 

Tapi, mungkinkah cerita yang sangat dekat dengan kehidupan kita memiliki pengaruh yang lebih besar kepada diri kita dibandingkan cerita-cerita lain?

So, what makes a good story?

The story, the plot, the actors, or the story teller him/herself?

 

Tapi saya terus abis cerita kemarin itu jadi merasa berdosa sama teman2 saya, karena udah bikin mereka overwhelmed.. hehehe… ampun, teman-teman… ga maksud…😀

euu, asyu, asyu.. itu tolong rekamannya dihapus, yaa… kecuali kamu berminat menelaah lebih dalam, hahaha… *d’oh!!!*

3 thoughts on “overwhelmed

  1. katanya, wanita emang gampang terbawa dengan pembicaraan yang sifatnya rahasia. karena berbagi rahasia adalah salah satu bagian dari pertemanan ala wanita. semakin rahasia *tadinya* ceritanya, semakin kebawa suasanalah mereka.

    akhirnya diceritakan ya bu?
    yuk move on sama-sama kita *sotoy*peluk dulu ah*

  2. Eh gileee, ampe senen si uva masih panas tiris tuh -lebay-
    Muncin alasan tepat mengapa saya migrain adalah karena hal tersebut juga terjadi pada sy, juga rasa siok bahwa ada temn saya yg bisa nekatch speak up.Jd urg mrasa trancam. Ha2
    And yes, you are a massive expressive story teller, you should see the video of yours😀

  3. hahahahaaa…. asuuuuuyy… ampuni aku, kakak guruuu…😀 hehehe…
    nekad speak up mah belom kaya’nya.. my sanity finally stops me still :p hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s