malam minggu

malam minggu malam yang panjang, malam yang asyik untuk menulis :p hehe

Sepertinya, akhir-akhir ini (atau setidaknya, itu yang saya sadar belakangan ini), saya bekerja cukup baik pada saat akhir pekan… *menyeramkan, bukan?!*

Well, saya punya bukti-bukti yang cukup meyakinkan untuk hipotesis tersebut.. tapi mari berpura-pura saja bahwa Anda percaya pada saya kali ini..

Setidaknya minggu yang lalu saya menghabiskan sabtu saya dengan sedikit studi kasus tentang museum dan membenahi sedikit aransemen saya…

Minggu ini, saya membereskan sedikit bagian kamar saya, dan mengumpulkan setidaknya 8 topik tulisan..

kemarin malam, saya berjalan-jalan ke toko buku.. hanya window shopping, melihat-lihat keramaian yang ada… kali ini, saya menelusuri rak demi rak buku yang dipajang.. penasaran, buku apa sih yang lagi hype di pasaran??

Well, saya menemukan majalah, buku2 agama, novel yang religion-based macam ayat-ayat cinta dan teman2nya, beberapa novel terjemahan, lebih banyak buku-buku motivasi, dan lebih banyak lagi buku curhat.

Sebetulnya, kategori buku curhat ini adalah novel-novel (fiksi maupun nonfiksi), yang menurut saya isinya ngga penting-penting amat sampe harus dibeli… beberapa sih ada yang hanya kaya’ kumpulan tulisan saya di sini.. penting abis,kan?! Beberapa ada yang sifatnya komedi, penuturan langsung penulis, dan fiksi…

Yang paling mengganggu saya adalah… kenapa makin ke sini makin banyak buku curhat yang terkesan menye-menye ya?!

Yaaaah, saya juga bukan orang yang anti publikasi ataupun anti menulis…saya sangat mendukung budaya tulis..

Hanya heran aja.. apakah semua orang sekarang mempublikasikan diary-nya? Atau semua orang mempublikasikan tulisannya? (which is quite good, tho…) atau semua orang sekarang jadi krisis eksistensi sehingga pengen namanya dikenang dan dikenal lebih lama lewat buku-bukunya? (ngga salah juga.. ini bisa jadi dokumentasi sejarah…) atau memang makin banyak cerita untuk dibagi ke dunia? Cerita sedih, terutama… oh, mungkin yang makin banyak bukan cerita sedihnya, tapi orang-orang yang mengalami cerita sedih ya? Hmm… mungkin juga….

Tapi keberadaan buku-buku ini juga jadi membuat saya heran,

Kenapa orang-orang seneng membagi cerita sedihnya ya?!

Hanya penasaran saja, apakah dunia tempat saya hidup ini sudah menjadi lebih murung daripada biasanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s